Lain

PesonaRamadhan2018 Bersama Dolanan Tempo Doeloe di Alun-Alun Purbalingga

Spread the love

Beberapa hari yang lalu saya ngabuburit di Alun-Alun Purbalingga untuk menikmati pesona Ramadhan yang ada di lokasi tersebut. Sebenarnya banyak pilihan Pesona Ramadhan 2018 di wilayah Purbalingga untuk menikmati waktu jelang buka puasa di bulan Ramadhan begini. Namun kali ini saya pribadi lebih tertarik untuk datang ke alun-alun karena ada sesuatu. Selain masuk Alun-Alun gratis dan terbuka untuk umum (paling cuma bayar parkir kendaraan), di alun-alun juga lokasinya luas dan ramah bagi siapa saja. Kalau disebut pakai bahasa ngapak, “Pokoke neng alun-alun kue kepenak lah,” (Intinya kalau di alun-alun itu enak deh).

Nah, pas hari Sabtu (18/5) waktu, di alun-alun sedang digelar permainan tradisional. Jadi seru banget. Ada acara yang bertajuk Dolanan Tempo Doeloe yang diprakarsai oleh Kampoeng Dolanan Perwira. Ini sangat menarik, pasalnya siapa saja bisa mencoba memainkan tradisional. Banyak anak-anak hingga usia remaja yang asyik menikmati permainan sambil menunggu berbuka puasa.

Beberapa permainan yang ditampilkan sungguh atraktif dan membawa keceriaan bagi siapa saja. Canda, tawa dan sorak gembira mewarnai pojok alun-alun di sebelah barat.

 

Baca juga : Serunya Susur Sungai di Tengah ‘Black Canyon’ Purbalingga

 

Pesona Ramadhan di Purbalingga ini memang cukup berbeda dengan yang lainnya, pasalnya di Purbalingga ini mengusung tema permainan tempo doeloe, seperti egrang, suda manda, lompat tali, congklak, bakiak, sunda manda dan rangku alu. Siapa saja boleh mencoba dan gratis, tidak dipungut biaya.

Ada yang bisa main Egrang? Anak kecil saja bisa 😀

Dengan hadirnya Dolanan Tempo Doeloe ini, mengajak kita yang sudah dewasa kembali ke masa kecil. Di mana kita bermain bersama teman-teman di luar rumah dengan hal-hal yang sederhana. Kita juga belum mengenal gadget atau smartphone, sehingga permainan kita terasa lebih seru karena ramai-ramai bersama teman-teman.

Permainan Bakiak yang memerlukan kekompakan dalam melangkah

Melihat mereka bermain egrang dengan semangatnya, saya juga turut mencoba permainan egrang, namun karena berat badan dan keseimbangan saya yang entah bagaimana, alhasil gagal. Ternyata tidak semudah yang dilihat. Seperti halnya permainan bakiak, berurutan begitu, langkah kaki harus sama satu tim. Kalau beda, bisa-bisa terjatuh. Yang paling mudah kelihatannya itu lompat tali ya, tinggal melompat-lompat tapi harus berirama, kalau tidak, bisa jadi tali tersangkut kaki. Dan untuk permainan yang paling sulit, menurut saya itu rangku alu. Ini dimainkan secara beramai-ramai. Ada yang memegang tongkatnya, ada yang melompat-lompat di atas tongkatnya. Mereka bermain sambil bernyanyi juga. Dan tentunya aysik banget. Bisa membawa kita nostalgia ke masa di mana kita dulu masih seusianya.

Permainan Rangku Alu yang seru

Selain itu, diharapkan juga dengan adanya pengenalan permainan zaman dulu, anak-anak sekarang mulai menyukai permainan tersebut. Sehingga anak-anak saat ini tidak hanya bermain gadget melulu, melainkan lebih berinteraksi dengan sesama teman dan lingkungan.

Kegiatan ini juga mampu menyedot pengunjung alun-alun untuk menyaksikannya. Bahkan tak jarang awak media turut mengabadikan momen keceriaan anak-anak pada saat bermain. Terlihat banyak di antara kami yang antusias untuk mengambil gambar atau video di kegiatan dolanan tempoe doeloe ini.

 

Baca juga : Bebek Goreng Lamongan : Sensasi Makan di Alam Terbuka

 

Setelah matahari kian menuju ke ufuk barat, acara ini pun selesai. Pasalnya sebentar lagi buka puasa. Untuk buka puasa di Alun-Alun Purbalingga juga banyak pilihan. Kita tidak perlu repot-repot untuk makan dan atau minum apa. Di sini, di pinggiran Alun-Alun Purbalingga tersedia wisata kuliner yang bisa menggoyang lidah kita. Untuk pembuka puasa ada es campur, es dawet, wedang ronde, sop buah dan aneka minuman lainnya. Untuk jajan ada cimol, mie lidi, siomay, batagor, cilok, empek-empek dan lain-lain. Sedangkan untuk menu utamanya, hmm dijamin bakalan ketagihan, ada warung makan lamongan, nasi goreng, bakso, mie ayam, dan lainnya yang bisa mengenyangkan perut.

 

Baca juga : Kanjeng Mami, Resto Ngumpet yang Bikin Nyaman

 

Itulah alasan mengapa saya dan kita semua wajib datang ke Alun-Alun Purbalingga untuk ngabuburit dan buka puasa. Ngabuburitnya lancar, buka puasanya maknyus.

Perempuan yang suka menulis dan travelling. Blogger | Writer | Chef of Family | Traveller | Buzzer. Untuk kerjasama bisa menghubungi via email : eri.udiyawati@gmail.com or WA : 0812 2562 9943. Media sosial Instagram : @es_pania , Twitter : @espaniaudya

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *