Monthly Archives: August 2018

Menikmati Lezatnya Nasi Padang di Rumah Makan Sako Bundo

Nasi Padang, siapa sih yang tidak mengenal masakan khas dari Sumatera Barat itu? Selain rasanya yang super lezat, porsinya juga jumbo, jadi sering diburu untuk mengenyangkan perut. Seperti halnya saya saat siang yang cukup panas di tengah kota Purwokerto, Jawa Tengah. Lelah, lapar dan dahaga membaur menyelimuti badan ini. Sampai-sampai aroma sedap dari sebuah warung makan menggelitik di hidungku. Langsung saja saya bilang ke Pak Suami untuk segera menghentikan laju sepeda motornya.

“Mas, stop, stop,” pintaku.
“Ada apa?” tanya Suami.
“Aku lapar, ayo makan,” dan aku pun merengek bak anak kecil
“Makan apa? Kenapa minta berhenti di sini? Memang mau makan apa?” tanyanya lagi.
“Aku mencium aroma masakan yang sangat nikmat, pasti di sekitar sini ada nasi padang,” jawabku sambil senyum-senyum dan mengedipkan alis.

 

Baca juga : Lezatnya Mie Ayam Pangsit Wetan Taman Kota

Nasi Padang Telur Dadar Pilihan Suami

Sambil mencari sumber nasi padang itu, kami melanjutkan perjalanan lagi dengan sepeda motor. Tak berapa lama kemudian, memang ada rumah makan khas padang itu. Kami kebablas beberapa meter, sehingga kami putar balik lagi. Setelah Pak Suami memarkirkan sepeda motor, kami langsung masuk ke warung tersebut. Tak perlu lama-lama, kami langsung memesan menunya. Saya memesan nasi padang dengan lauk ayam semur, sedangkan Pak Suami memesan nasi padang dengan lauk telur dadar yang selalu jadi favoritnya. Untuk minumnya kami berdua cukup dengan air mineral yang sudah tersaji di meja.

 

Baca juga : Mau Menikmati Hidangan Enak Sambil Nyantai? Kedai Kebun Jawabannya

Nasi Padang Ayam Semur/Gulai Pilihan Saya

Kemudian kami memilih tempat duduk yang kosong untuk menikmatinya. Tak berapa lama kemudian, menu yang dipesan pun datang juga. Saatnya makan dah.. Saya mencicipi perlahan, mencoba menikmati setiap rempah-rempah yang ada di dalam hidangan ini. Dan ya, memang benar, aroma yang saya hirup ketika di jalan, sesuai dengan apa yang sedang ada di hadapan kami saat ini. Masakan padang ini sangat luar biasa. Bumbunya sangat meresap dan kerasa akan cita rasa khas Minang. Saya dan Suami pun makin lahap untuk menikmatinya. Tak perlu waktu lama untuk menghabiskan nasi padang ini.

Daftar Menu Nasi Padang Sako Bundo

Sambil menunggu nasi turun semua ke perut, kami bersantai dulu. Mengobrol ngalor ngidul berdua dan menghabiskan sisa-sisa air minum yang ada di gelas. Setelah dirasa cukup untuk istirahat, kami beranjak ke kasir untuk membayarnya. Harganya juga cukup murah, karena semuanya hanya dibandrol Rp 22.000. “Murah juga nih,” batinku.

Warung nasi padang ini juga sangat strategis karena dekat dengan Pasar Wage, Purwokerto. Jadi, yang sudah capek belanja segala macam kebutuhan di Pasar Wage, bisa mampir ke rumah makan Sako Bundo. Dijamin harga murah dan rasa luar biasa.

 

Rumah Makan

SAKO BUNDO

Jl. DI. Panjaitan No. 5 Purwokerto

Tlp. 0281 – 636551, 0812 2758 9700

Gua Maria Tritis, Gua Alami yang Memesona

Bulan Mei dan Oktober merupakan bulan yang diistimewakan oleh para umat Kristiani, perayaan kerap kali dilakukan karena pada bulan tersebut adalah bulan Maria. Sehingga tidak heran bila banyak umat Kristiani yang berbondong-bondong datang ke Gua Maria yang sudah tersebar di seluruh negeri. Salah satunya adalah Gua Maria Tritis yang ada di Yogyakarta, Gunungkidul.

Keberadaan Gua Maria bagi umat Kristiani tentunya bukan hal asing lagi. Namun, bagi wisatawan yang belum mengetahui dan ingin berkunjung dan bukan untuk beribadah juga masih bisa dilakukan. Karena memang tidak sedikit wisatawan yang sekedar berkunjung untuk melihat keunikan guanya.

Pada umumnya, Gua Maria yang tersebar di seluruh negeri adalah gua buatan, tapi berbeda dengan Gua Maria Tritis. Gua ini merupakan gua alami yang sudah dilengkapi dengan stalaktit dan stalagmitnya. Di dalam gua para peziarah yang datang biasanya akan berdoa langsung di depan patung Bunda Maria. Sembari berdoa mereka juga bisa mendengarkan riuhnya jeritan kelelawar ataupun suara air yang terus menetes menembus bebatuan.

Goa Maria Tritis.
Sumber : teluklove.com

Bagi Anda yang ingin berkunjung untuk berziarah atau sekadar berkunjung saja, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau sewa mobil OMOcars Jogja. Karena memang perjalanan yang ditempuh akan cukup jauh. Dari pusat kota Jogja saja mencapai 50 km. Bila tidak membawa kendaraan dan ingin menyewa mobil, Anda bisa mengandalkan OMOcars. Keuntungan menggunakan sewa mobil OMOcars adalah bisa lepas kunci dan mobil langsung diantarkan ke lokasi Anda berada. Harganya juga bisa lebih murah, dibandingkan harus naik taksi, kisaran 250 ribu per harinya. Bila tidak terlalu mengenal jalanan Jogja, Anda juga bisa sekaligus menyewa drivernya. Namun tenang saja, perjalanan yang cukup jauh akan terbayar dengan pesona guanya.

Baca juga : Menikmati Ramainya Jalan di Jogja yang Penuh Kesan

Bila sudah berada di kawasan Gua Maria Tritis, agar bisa sampai tepat di depan guanya, Anda harus berjalan kaki terlebih dahulu. Pada beberapa tempat, Anda juga bisa melihat stasi-stasi berisikan diorama proses penyaliban Sang Yesus. Biasanya bagi para peziarah saat melakukan jalan salib akan berhenti dulu di stasinya untuk berdoa. Saat masuk ke dalam mulut gua, Anda akan merasakan suasana yang hening. Biarpun sedikit riuh, itu alami dari alam. Bisa dibilang gua ini sangatlah cocok bila digunakan untuk komtemplasi.

Baca juga : Piknik Special Bersama Orang Special di Pantai Sundak

Bila Anda sudah menikmati pesona guanya, Anda bisa melanjutkan perjalanan Anda langsung ke deretan pantai yang ada di kawasan Gunungkidul, Jogja. Karena memang lokasi guanya juga tidak jauh dari pantai, sayang sekali rasanya bila Anda melewatkan menikmati pesona pantainya. Bila ingin menginap, Anda tidak perlu khawatir sebab di Gunungkidul apalagi di dekat lokasi wisatanya sudah banyak sekali penginapan yang bisa Anda sewa, dari mulai harga murah sampai mahal.

Baca juga : Menikmati Sensasi Pedas dan Gurih Ayam Geprek Bu Rum

Bagi Anda yang bukan umat Kristiani seperti saya, tentunya kita masih bisa menikmati pesona gua namun kita tetap menghormati saat ada umat Kristiani yang sedang berdoa, yaa…

Ayam Geprek Bae, Hidangan Murah yang Menjadi Buruan

Hallo, saya kembali mencoba menulis di sini lagi. Kali ini saya akan bercerita tentang kuliner di Purwokerto, Jawa Tengah. Kala itu saya lagi ada kerjaan mengecek sebuah harga perkakas bangunan di salah satu toko bangunan yang ada di Purwokerto. Saya pergi sama suami dan adik saya yang paling kecil. Ya itung-itung sambil jalan-jalan juga gitu, karena hari Minggu. Dari pada jauh-jauh ke Purwokerto cuma ngurusin kerjaan, kan bikin senep juga ya. Setelah keluar dari toko tersebut saya merasa lapar, maklum sudah siang dan perut belum diisi dari pagi (maksudnya belum diisi nasi, camilan apa saja si sudah masuk). Jadi saya minta ke Pak Suami untuk mampir ke salah satu tempat makan yang harganya murah. Pak Suami tentu hapal di mana saja lokasinya karena dia memang asli orang Purwokerto, bahkan kerjanya juga di Purwokerto.

“Emang mau makan apa?” tanyanya.
“Yang penting murah meriah, kenyang dan enak,” jawabku.
“Lah,” balas Pak Suami yang rada bingung karena istrinya minta yang rada konyol. Kan ya gimana gitu, udah minta murah meriah, enak, dan bikin kenyang.
“Pastinya makan apa ini?” desak Pak Suami.
“Apa aja deh yang penting ada nasinya, aku lapar,” cewek tuh begini, andalannya ya apa saja deh, terserah, yang penting ini, yang penting itu.
“Ya udah, ayam geprek bae ya,” jawabnya lagi.
“Oke,”

Di tempat parkir udah banyak kendaraan yang berjejer

Dan akhirnya kami pun melipir ke Ayam Geprek Bae yang terletak di Jalan Pierre Tandean No. 39, Purwokerto. Dari tempat parkirnya, jelas terlihat kalau warung makan ini sangat ramai. Karena banyak sekali sepeda motor yang berjejer rapi di situ. Dan kami pun langsung menuju tempat pengambilan nasi dan sayurnya. Oh ya, sebagai informasi nih buat teman-teman, kalau di Ayam Geprek Bae ini kita ambil nasi sesuai porsi kita, bebas ambil sendiri pokoknya dah. Terus nasinya ada dua pilihan yaitu nasi biasa sama nasi uduk. Nah lho, pilih yang mana? Mana saja boleh. Untuk sayurnya juga gitu, kita bebas ambil sayur apa saja. Ada lalapan, ada tumis tempe, ada tahu, berbagai macam gorengan dan lainnya. Pokoknya komplit banget dah.

Baca juga : Jalan-jalan ke Purwokerto? Jangan Lewatkan untuk Nyicipin Kue Serabi yang Lezat ini

Ambil nasinya bebas, sekenyangnya ya…

Yang paling unik dari cara penyajiannya adalah kami para pelanggan bebas mengambil menu apa saja secara antri namun tetap tertib. Ini yang membuat saya salut dan patut ditiru, biar enggak pada rebutan gitu.

Sayurnya juga tinggal pilih ya..

Terus setelah ambil nasi dan sayurnya, kita sampai di tempat kasir, di sini baru kita mau pilih pakai ayam apa enggak, dan pakai cabai berapa. Di sini ada ayam geprek original, ada ayam geprek mozzarella juga. Ya sesuai selera dan kantong juga. Berhubung tanggal tua juga Pak Suami belum gajian, kami pesen ayam geprek original saja. Dan saya pakai cabainya cukup satu biji saja lah, kagak perlu banyak-banyak. Pak Suami pakai cabai tiga, adik saya pakai cabai dua.

Baca juga : Mau Menikmati Hidangan Enak Sambil Nyantai? Kedai Kebun Jawabannya

Mari kita makan

Setelah pesanan menu sudah oke, tinggal kita pesen minumnya, menunggu di situ sekalian. Kami pun pesen es teh manis. Dan tiga porsi ini hanya seharga Rp 45.000,00. Kan murah banget? Udah ada nasi, sayur dan minu es teh manis pula. Ya cocok lah untuk kantong kita-kita yang sudah memasuki tanggal tua.

Ini daftar menunya

Sedangkan soal rasa, dari nasi saya suka banget. Karena apa? Karena nasinya pulen abis. Yes, betul, nasinya itu enak banget. Kemudian untuk lalapannya juga enak, sayurannya masih fresh gitu, enggak over cook. Namun saya sedikit kecewa dengan ayamnya. Jadi ayam geprek ini hanya semacam ayam ala-ala Kentucky terus ditumbuk dengan cabai. Rasanya ayamnya menurut saya biasa saja enggak terlalu istimewa, masih enak lah ayam goreng buatan sendiri.

Baca juga : Menikmati Sensasi Pedas dan Gurih Ayam Geprek Bu Rum

Untuk lokasinya cukup luas dan nyaman, pelayanannya juga ramah, dan tempat parkir juga luas. Ya, bisa lah kita bawa rombongan makan di sini. Sehingga di sini selalu ramai. Dari mana saja, banyak orang yang datang untuk menikmatinya. Karena selain murah meriah, kita juga bisa ambil makanan sesuai porsi dan selera kita. Itu mengapa Ayam Geprek Bae selalu jadi buruan orang-orang untuk mengisi perut.

Ya, jadi itulah kisah saya bersama ayam geprek yang harganya super murah. Semoga ayamnya makin enak.