Tag Archives: #GunungKidul

Gua Maria Tritis, Gua Alami yang Memesona

Bulan Mei dan Oktober merupakan bulan yang diistimewakan oleh para umat Kristiani, perayaan kerap kali dilakukan karena pada bulan tersebut adalah bulan Maria. Sehingga tidak heran bila banyak umat Kristiani yang berbondong-bondong datang ke Gua Maria yang sudah tersebar di seluruh negeri. Salah satunya adalah Gua Maria Tritis yang ada di Yogyakarta, Gunungkidul.

Keberadaan Gua Maria bagi umat Kristiani tentunya bukan hal asing lagi. Namun, bagi wisatawan yang belum mengetahui dan ingin berkunjung dan bukan untuk beribadah juga masih bisa dilakukan. Karena memang tidak sedikit wisatawan yang sekedar berkunjung untuk melihat keunikan guanya.

Pada umumnya, Gua Maria yang tersebar di seluruh negeri adalah gua buatan, tapi berbeda dengan Gua Maria Tritis. Gua ini merupakan gua alami yang sudah dilengkapi dengan stalaktit dan stalagmitnya. Di dalam gua para peziarah yang datang biasanya akan berdoa langsung di depan patung Bunda Maria. Sembari berdoa mereka juga bisa mendengarkan riuhnya jeritan kelelawar ataupun suara air yang terus menetes menembus bebatuan.

Goa Maria Tritis.
Sumber : teluklove.com

Bagi Anda yang ingin berkunjung untuk berziarah atau sekadar berkunjung saja, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau sewa mobil OMOcars Jogja. Karena memang perjalanan yang ditempuh akan cukup jauh. Dari pusat kota Jogja saja mencapai 50 km. Bila tidak membawa kendaraan dan ingin menyewa mobil, Anda bisa mengandalkan OMOcars. Keuntungan menggunakan sewa mobil OMOcars adalah bisa lepas kunci dan mobil langsung diantarkan ke lokasi Anda berada. Harganya juga bisa lebih murah, dibandingkan harus naik taksi, kisaran 250 ribu per harinya. Bila tidak terlalu mengenal jalanan Jogja, Anda juga bisa sekaligus menyewa drivernya. Namun tenang saja, perjalanan yang cukup jauh akan terbayar dengan pesona guanya.

Baca juga : Menikmati Ramainya Jalan di Jogja yang Penuh Kesan

Bila sudah berada di kawasan Gua Maria Tritis, agar bisa sampai tepat di depan guanya, Anda harus berjalan kaki terlebih dahulu. Pada beberapa tempat, Anda juga bisa melihat stasi-stasi berisikan diorama proses penyaliban Sang Yesus. Biasanya bagi para peziarah saat melakukan jalan salib akan berhenti dulu di stasinya untuk berdoa. Saat masuk ke dalam mulut gua, Anda akan merasakan suasana yang hening. Biarpun sedikit riuh, itu alami dari alam. Bisa dibilang gua ini sangatlah cocok bila digunakan untuk komtemplasi.

Baca juga : Piknik Special Bersama Orang Special di Pantai Sundak

Bila Anda sudah menikmati pesona guanya, Anda bisa melanjutkan perjalanan Anda langsung ke deretan pantai yang ada di kawasan Gunungkidul, Jogja. Karena memang lokasi guanya juga tidak jauh dari pantai, sayang sekali rasanya bila Anda melewatkan menikmati pesona pantainya. Bila ingin menginap, Anda tidak perlu khawatir sebab di Gunungkidul apalagi di dekat lokasi wisatanya sudah banyak sekali penginapan yang bisa Anda sewa, dari mulai harga murah sampai mahal.

Baca juga : Menikmati Sensasi Pedas dan Gurih Ayam Geprek Bu Rum

Bagi Anda yang bukan umat Kristiani seperti saya, tentunya kita masih bisa menikmati pesona gua namun kita tetap menghormati saat ada umat Kristiani yang sedang berdoa, yaa…

Piknik Special Bersama Orang Special di Pantai Sundak

Hello, Guys, apa kabar? Semoga selalu sehat dan penuh syukur ya. Kali ini saya mau berbagi cerita tentang perjalanan kami ke salah satu tempat yang masih jarang dikunjungi orang. Liburan kali ini ceritanya aku jalani dengan orang terkasih dan tercinta. Maklumi saja ya, baru sebulan menikah, bahasa gaulnya, bulan madu atau honeymoon, hihihi. Dengan mengandalkan rute yang tertera dari GPS, kami sangat percaya diri tidak akan nyasar.Well, memang tidak nyasar, namun sedikit was-was, karena uang di dompet Pak Suami tinggal lima puluh ribu rupiah, sedangkan di dompetku hanya lembaran ribuan saja. Hikss, ngenes.

Meski begitu, kita tetap optimis, sepulang dari lokasi tujuan, ATM yang kami tuju sudah online lagi (karena dari pagi kami ke ATM dan sedang offline). Dari pada galau mikirin uang yang sudah menipis, kita buat untuk menikmati perjalanan menuju pantai yang terletak di Gunung Kidul, Yogyakarta. Perjalanan yang kami tempuh dengan kendaraan roda dua itu luar biasa. Jalan yang kami lalui terdiri dari berbagai medan, menanjak, turun, dan berkelok-kelok. Dan setelah memakan waktu perjalanan hampir dua jam (di tempuh dari daerah Ambarukmo), akhirnya sampai juga di Pantai Sundak.
Akhirnya, nyampai juga..
Pantai Sundak ini masih tergolong sepi, tidak seperti pantai di Gunung Kidul yang sudah tersohor. Tepatnya di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul. Merupakan salah satu pantai yang berderetan dengan pantai lain, Pantai Sundak tak kalah pesonanya. Pantai ini juga memiliki air yang masih jernih dan berpasir putih. Wisatawan yang datang juga belum seberapa. Di tempat parkir kendaraan roda dua, masih kurang dari sepuluh sepeda motor, termasuk milik kami. Tetapi kami sangat menyukai tempat ini, yeah, bulan madu memang harus di tempat sepi, hahahaha.
Ketenaran Pantai Sundak memang belum setenar pantai-pantai lain di Gunung Kidul, namun tempat ini merupakan salah satu bumi Indonesia yang indah dan patut dikunjungi. Keindahannya begitu alami dan bersih. Cocok bagi siapa saja yang ingin menikmati jalan-jalan atau hanya sekedar melihat Indahnya Bumi Indonesia.
Pantai Sundak merupakan destinasi wisata di Gunung Kidul, Yogyakarta yang wajib dikunjungi, alasannya :
1. Pantainya masih bersih

Saat ini, kebanyakan pantai di daerah Jawa sudah tercemar. Namun, di daerah Gunung Kidul, salah satunya Pantai Sundak, pantai di sini masih bersih dan asri. Tidak ada sampah yang berserakan, sehingga nyaman bagi pengunjung.

Baca juga : The Best Moment Travelling : Menikmati Indahnya Pantai Indrayanti

2. View panorama alam yang memukau

Siapa sih yang enggak suka dengan disuguhkan pemandangan alam nan cantik. Dari desiran ombak yang lembut, pasir putih ditambah dengan air jernih. Satu paket ini menjadikan Pantai Sundak memang benar-benar salah satu bumi yang terindah di Indonesia.

3. Pasir putih

Saat ini, pantai berpasir putih menjadi buruan para traveler. Dengan pasir putih, Pantai Sundak memang sangat cantik dan apik.

Nah, itu ketiga alasan mengapa Pantai Sundak merupakan pantai yang perlu dikunjungi saat kita jalan-jalan.
Tapi, apa hanya itu? Rasanya biasa saja ya? Enggak ada menarik-menariknya.
Hmm, tunggu dulu, Pantai Sundak ini, dari pertama kita sampai di tempat parkir, sudah terlihat dengan seksama, terhampar luas butiran pasir putih dan ombak yang bekerjaran. Di samping kanan dan kirinya, terdapat tebing yang menjadikannya pantai ini semakin ekostis.
Di sini titik temu air tawar dan air lautnya

 

Hal lainnya, di pantai ini mengalir air sungai yang tawar. Bercampur dengan air laut jernih sehingga terumbu karang dan tanaman laut di dalamnya mampu terlihat dengan jelas. Belum lagi ditambah semilirnya angin sepoi-sepoi yang membelai dengan mesra Jadi, suasana semakin romantis dan menyejukkan hati.
Dan di sini kami menikmati pemandangan sambil ngadem di bawah batu karang 😀

 

Bermain seharian di Pantai Sundak rasanya lupa akan waktu. Bermain dengan ombak, atau hanya sekedar memainkan pasir putih nan bersih itu, bisa membuat bahagia. Meski saat itu cuaca panas dan terik matahari, namun kita masih bisa berteduh di bawah bebatuan karang yang terletak di ujung pantai ini. Berpetualang di indahnya bumi Indonesia yang satu ini juga ternyata menyenangkan. Tak perlu khawatir juga ketika lapar menghampiri perut, karena ada beberapa warung berjualan makanan. Untuk harga juga masih standard, enggak mahal.

Oh ya, harga tiket masuk ke pantai ini juga tidak mahal, kita dikenai biaya Rp 19.000 untuk dua orang, sudah termasuk tiket masuk, retribusi, pajak dan lainnya. Murah meriah kan, Guys?
Dengan pesona dan paket lengkap tempat wisatanya, Pantai Sundak memang benar-benar salah satu bumi Indonesia yang terindah dengan pemandangan yang natural. Jadi, bagi siapa saja yang ingin berlibur, baik bersama keluarga, teman-teman, atau hanya sekedar ingin merefresh otak, bisa banget datang ke Pantai Sundak untuk menikmati suguhan alamiah yang memesona.

 

Yuk, traveling lagi!

The Best Moment Travelling : Menikmati Indahnya Pantai Indrayanti

Hello guys, tak terasa ya, sudah 2017 saja. Rasanya waktu cepat berlalu, mengubur segala kenangan di tahun lalu. Namun, ada kalanya, kenangan manis itu harus tersimpan agar tetap terkenang sampai akhir hayat. Huehehehehe, lebay.
Berbicara tentang kenangan, saya mau cerita tentang travelling di tahun 2016 yang penuh warna. Ya, sudah cukup lama juga perjalanan itu. Tepatnya di minggu terakhir bulan Agustus. Hmm, jangan tanya kenapa baru posting? Tentunya karena super sibuk. 😀
Perjalanan itu dimulai dari Purbalingga, Jawa Tengah, menggunakan bus pariwisata. Berangkat pada Jumat malam, tepatnya jam 11. Tujuan libur tahunan genk kantor ini ke pantai yang terletak di Gunung Kidul, Yogyakarta. Sangat bisa dibayangkan, bukan? Bagaimana perjalanan menggunakan bus menuju Gunung Kidul. Perjalanan yang berkelok-kelok itu sedikit membuat pusing kepala. Karena memang medan jalannya yang naik turun dan sangat berliku.
Bukit di samping pantai yang sangat menawan
Setelah memakan waktu perjalanan yang hampir 8 jam. Akhirnya sampai juga di tujuan, Pantai Indrayanti, Gunung Kidul, Yogyakarta. Sebuah pantai dengan eksotisme yang luar biasa ini membuat rasa lelah perjalanan hilang. Pertama masuk, langsung disuguhi pemandangan bukit karang Gunung Kidul. Selanjutnya, kaki melangkah dan kian dekat dengan bibir pantai. Terlihat jelas desiran ombak yang berkejaran menuju daratan. Selaras dengan detak jantungku.
Sampai di pantai, cekrek foto dulu
Namun, rasanya masih terlalu pagi untuk bermain air. Okay, kita punya waktu banyak untuk memanjakan diri di sini. Aku, dan teman-teman memutuskan untuk menaiki bukit. Mencoba melihat pemandangan pantai dari ketinggian. Dan ternyata, apik juga melihat ombak berlarian dari ketinggian. Setelah puas menikmati panorama dari bukit, kita turun lagi. Mencoba memasuki karang-karang yang bertengger dengan megahnya. Di sini pun bisa dijumpai wisatawan yang asyik mengambil gambar. Tidak terkecuali aku. Hehehehehe…
Okay, kita cekrek di bukit dulu
Melihat pemandangan pantai dari atas
Sebelum benar-benar bermain air, kita main di karang, ya..
 
 
Ketika matahari mulai menampakkan wajah dengan ganasnya. Sebagian teman-teman enggan bermain air karena takut hitam. Tapi aku? Tentu saja langsung nyemplung. Alasan yang sangat kuat untuk berenang, di Pantai Indrayanti ini airnya jernih, bening dan tidak ada sampah yang berserakkan. Inilah mengapa pantai ini menjadi idola bagi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan laut di Gunung Kidul.
Hayuk, nyegur
Bermain di pantai, sengaja menghanyutkan diri, dan terbawa ombak ke tepi, itu sangat mengasyikkan. (Catatan : jangan bermain di pantai terlalu jauh, apalagi tidak bisa berenang, karena sangat berbahaya). Berbeda dengan teman-teman, mereka asyik photo-photo dengan smartphone-ku. Dari berbagai gaya dan segala macam, mereka coba. Sampai-sampai baterai tersisa 30%.
Pokoknya, kita seru-seruan deh di pantai. Lupakan sejenak urusan pekerjaan, hahaha
Saat aku menghampiri mereka, keseruan belum usai. Aku pun harus ikut-ikutan dengan berbagai permainan di pasir putih ini. Canda, tawa dan riuh kegembiraan menghiasi wajah-wajah kita. Lupa sejenak betapa penatnya urusan kantor, bahkan dari kita yang kadang berselisih pendapat. Namun dengan liburan seperti ini, persahabatan itu kian terasa hangat bagai keluarga. Tiada alasan untuk bersedih, karena kita teman yang bisa saling membantu dan mensupport dalam kebaikan.
Untuk itu, bagiku ini best moment travelling 2016. Baik dari tempatnya yang memang sudah diciptakan Tuhan dengan segala keindahan dan kesempurnaannya. Juga liburan bersama orang-orang terdekat dan bebas untuk berinteraksi dan berekspresi. Saking bahagianya, kita lupa waktu. Sampai-sampai tour guide menghampiri kita untuk bersiap-siap, karena perjalanan selanjutnya menuju tempat makan.
“Tulisan ini diikutsertakan dalam Postingan Bersama – The Best Traveling Moment 2016″ oleh Indonesia Corners.