Karena Setiap Rasa dan Langkah Mampu Memberikan Inspirasi.

Thursday, 29 December 2016

Menikmati Keasrian Alam dan Serunya Giant Swing di Kampung Kurcaci

Hallo guys, bentar lagi akhir tahun nih. Sudah punya rencana liburan ke mana? Kali ini saya akan menceritakan pengalaman berlibur di sebuah hutan namun ada atraksi yang sangat menantang. Tantangannya ini sangat luar biasa loh, guys. Saya sampai dibuat menjerit keras loh. Mau tahu bagaimana cerita lengkapnya? Yuk, simak...
Di sini alami, jangan rusak dengan buang sampah sembarangan ya.

Tepat di tanggal 12 Desember 2016, kami berkunjung ke sebuah lokasi desa wisata. Desa ini memang sudah terkenal dari dahulu akan agro wisatanya. Namun, tempat yang kami datangi ini tergolong destinasi baru. Tema yang diusung memang beda dari yang lain, yakni Keindahan, Keasrian dan Kesejukan. Nyatanya lokasi ini adalah sebuah hutan. Pohon-pohon menjulang tinggi mencakar langit membuat udara terasa segar nan bersih. Dan tempat ini disebut sebagai Kampung Kurcaci. Ini bukan di New Zealand tempatnya Bilbao Begins ya, guys. Melainkan di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.
Sebelum masuk, kita pose dulu deh

Lokasi Kampung Kurcaci ini sangat sejuk. Bahkan, dingin karena berada di kaki Gunung Slamet. Hutan seluas 3.5 hektar ini dipadati pohon damar yang telah berusia ratusan tahun lalu. Sehingga menjadikan suasana lebih adem dan nyaman untuk bersantai.
Di salah satu Rumah Kurcaci, duduk bersantai

Untuk sejarah terbentuknya Kampung Kurcaci, bukan maksud penduduk setempat yang memang bertubuh kecil. Namun, lebih menggambarkan filosofi bahwa manusia itu sangatlah kecil dibanding dengan keindahan alam yang begitu luas. Pepohonan yang menjulang tinggi, dan langit yang begitu megah, membuat kita sangat kecil bagai kurcaci. Dengan semua itu, tempat yang luas ini dinamakan sebagai 'Kampung Kurcaci'.
Pokoknya nyesss.. adem banget :)

Sesuai dengan konsep yang diusungnya, tempat ini begitu menyatu dengan alam. Dari depan pintu gerbang saja, sudah terasa nyesss, adem banget deh.
Salah satu rumah panggok yang menyatu dengan wahan Outbond

Wahana yang ada di sini terdapat beberapa rumah panggok yang terbuat dari bambu dan kayu. Bisa langsung menyatu untuk outbond juga. Tempat duduk terbuat dari ranting-ranting pohon ini membuat suasana kian alami. Terlebih desiran angin sepoi-sepoi membelai dengan mesranya. Aaah, jadi betah di sini. Kemudian, masuk lagi, terdapat Rumah Kurcaci yang menjadi Ikon wisata ini. Kita bisa berfoto-foto di sini sepuasnya, tapi jangan lupa ya, gantian sama yang lainnya. Selain itu, bisa juga menyapa burung hantu yang ada di depan pintu rumah kurcaci ini.
Hei, ada burung hantu di sini (sebelah kanan loh ya)

Dan, kalau kamu pecinta tantangan serta gila akan memacu adrenalin. Coba yang ini deh, Giant Swing di Kampung Kurcaci. Atraksi ini langsung ditangani oleh para ahli dari SAdv Outbond Provider. Mereka bekerjasama untuk memberikan sensasi dan pengalaman baru bagi wisatawan. Dan, yang terpenting keamaan mereka yang melakukan Giant Swing.
Perlengkapan safety udah siap, yuk Giant Swing

Dan saya pun, tidak mau ketinggalan untuk mencobanya, sungguh rasanya deg-degan banget. Dari memakai perlengkapan untuk safety, sampai ditarik ke atas, rasanya nyer-nyeran. Terlebih, tali yang untuk menarik dilepas. Seeeeeeeeerr.. rasanya jantung ini mau copot. Huhuhuhu, aku terombang-ambing dengan satu tali. Teriak histeris sambil ketawa-ketawa gitu. Hihihihi...

Entah apa rasanya, yang jelas seruuuuuuu.... :D

Pas udah selesai, kaki berpijak di tanah rasanya gemeteran. Namun tetap bersyukur jantung ciptaan Maha Kuasa itu tetap sehat dan saya masih berpijak di bumi belum melayang.

Oh ya, wisata Kampung Kurcaci ini, suatu wilayah di Purbalingga yang merupakan bagian dari Paguyuban Wisata Purbalingga, loh. Sehingga pengelola baik pengurus maupun yang ada di tempat wisata ini, sudah terlatih dengan baik. Selalu memberikan senyum dan sapa yang ramah kepada setiap wisatawan. Hmm, membuat semakin kerasan dan nyaman saja di Kampung Kurcaci.


Untuk berkumpul bersama temen-temen itu seru dan menyenangkan :)


Lalu, bagaimana dengan biayanya? Mahalkah?


Tenang, di wisata ini biayanya sangat terjangkau. Untuk tiket masuk hanya dikenakan Rp 5.000 per orang. Sedang parkir kendaraan roda 2 hanya Rp 2.000 per kendaraan. Sedangkan untuk atraksi Giant Swing, dikenakan biaya sebesar Rp 20.000. Murah meriah, kan? Jadi, kapan ke Kampung Kurcaci?
Share:

Thursday, 15 December 2016

Jembatan Cinta, Tempat Favorit untuk Mengabadikan Kisah Asmara

Dari namanya saja terdengar begitu romantis dan syahdu. Membuat semua orang berdatangan untuk mencari tahu. Apa itu Jembatan Cinta? Benarkah ada banyak cinta di sana?

Jembatan yang terbuat dari bambu wulung dan berbentuk menyerupai hati menjadi tujuan utama wisatawan. Selain akses yang cukup mudah, karena tidak perlu melakukan pendakian, di Jembatan Cinta pun bisa menikmati pemandangan alam yang sejuk, bersih dan penuh keindahan.
Kolam cinta yang menjadi ikon Jembatan Cinta selalu ramai

Tak heran saat ini pengunjung antusias untuk datang ke jembatan yang berbentuk hati ini. Tak sedikit pula mereka-mereka datang dengan orang terkasih seperti keluarga atau sahabat. Bahkan tak sedikit jua yang melakukan prosesi foto Pre Wedding di Jembatan Cinta. Iya, memang sangat menarik, sesuai temanya tentang ‘Cinta’, wisatawan pun turut mengabadikan moment bahagianya di sini.
Cie Pre Wed

Dengan udara sejuk dan angin semilir yang membelai mesra, ungkapan isi hati kepada orang terkasih menjadi sangat sempurna. Ditambah lagi, gemerciknya air dari kolam cinta membuat suasana semakin romantis dan menenangkan hati.
Kalian, selamat ya, terus yang nulis ini kapan? -_-"

Dan, bagi yang sudah berkeluarga, mereka juga bisa membawa anggotanya untuk menikmati pesona di Jembatan Cinta. Berbagi canda dan tawa bersama belahan jiwa yang telah ditakdirkan Tuhan, sungguh terasa indah dan harmonis.

Hei.. foto keluarga, yang nulis makin baper :3


Lalu, apa wisata ini hanya untuk mereka-mereka yang berpasangan? Terus yang single alias jomblo atau segala macam namanya enggak boleh datang ke situ?
Suka sama foto ini ^_^

Tentu saja boleh, karena wisata ini bebas bagi siapa saja. Termasuk datang sendiri pun tak masalah. Keindahan dan kenyamanan di Jembatan Cinta membuat hati yang gundah akan hilang. Mengubur semua kenangan pahit dan mencoba menatap masa depan lebih baik. Aora positif itu masuk ke sanubari secara alami, bukan karena magis atau apa, tapi karena pemandangan di Jembatan Cinta yang luar biasa indahnya, mampu menyihir hati yang sedang galau menjadi ceria. Ya, begitu, karena alam dengan segala bentuk keasriannya selalu memberikan hal positif, terutama bagi jiwa-jiwa yang gersang.

Cinta penuh kelembutan dan kemuliaan, di dalamnya terkandung sifat-sifat saling menolong, saling mengasihi dan menghormati. Senandungnya merdu menghibur sekaligus menggoda. Munculah kenangan-kenangan lama, terlintas jelas bayang-bayang keanggunannya dan kesempurnaannya di kelopak mata, terbuai pada harapan-harapan akan kehadirannya yang menyenangkan. Setiap hari tak pernah bosan bersenandung atau mendengarkan bait-baitnya. --- Namun pada kenyataannya kau tinggalkanku sendiri dalam sepi. Menantimu hingga melelahkan. Tapi, aku tetap bersyukur, alam ini masih memberikan kesejukan dan kedamaian untuk hati yang rapuh. --- Lokasi : Jembata Cinta, Destinasi Wisata Pring Wulung, Desa Panusupan. Inframe : wisatawan. Photo take by @glaha03 --- #Photography #outofthephotography #JembatanCinta #PurbalinggaHitz #purbalinggakeren #JustWrite #Puisi #Nature #BackToNature #BrokenHeart #Alone
A photo posted by Ery Espania Udya (@es_pania) on



Selain itu, di kawasan Jembatan Cinta, terdapat wisata edukasi yang bertajuk tanaman. Membelajari teknik tanaman dengan sistem bioflok (sebuah sistem penanaman sayuran dengan menggunakan pipa-pipa). Sehingga wisata ini sangat menarik dan cocok bagi siapa saja termasuk anak-anak. Tak heran jika hari libur, ratusan pengunjung datang untuk menikmati wisata yang satu ini.

Baca juga : Menikmati Sensasi Keindahan Alam dari Jembatan Cinta

Untuk lokasi wisata ini terletak di Dusun Tipar, Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.


Jadi, libur akhir tahun ini mau ke mana? Mending ke Jembatan Cinta aja yah. ^_^

Photo take by Glaha Photography.
Share:
Scroll To Top