Karena Setiap Rasa dan Langkah Mampu Memberikan Inspirasi.

Saturday, 3 August 2019

Sepenggal Cerita Liburan di Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas yang Fenomenal

www.travelingku.net
Suatu hari libur yang sudah cukup lama, saya dan Pak Suami liburan tipis-tipis. Niatnya sama adek saya yang bungsu, tetapi dia ada acara juga sama Mama, jadi dia lebih memilih pergi sama Mama ketimbang kakaknya. Ya jelas lah, sama kakaknya galak, wkwkwkwk. Okay, kembali ke topik di jalan-jalan hari libur. Rencananya itu memang saya mau ngemong adek yang paling bungsu, berhubung dia enggak jadi ikut, ya sudah, saya dan suami saja yang berangkat.

Dari rumah sudah cukup siang, sudah setengah sembilan. Tapi saya tetap berharap bahwa ini akan baik-baik saja. Namun, sampai di lokasi tujuan. Ampuuuun, ramainyaaa. Oh ya, tujuan saya kali ini ialah ke Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas, Purbayasa; yang terkenal dengan ikan raksasanya. Wisata ini itu dari dulu sudah ngehits karena terkenal sekali dengan ikan yang raksasa. Bahkan dinamakan River World yang merupakan tempat hidup dari berbagai jenis ikan. Dan tiket masuk ke sini Rp 18.000 per orang.



www.travelingku.net
Pilihan wahananya banyak banget, dan itu belum semuanya


www.travelingku.net
Yang jelas, di sini banyak spesies ikan

www.travelingku.net
Siripnya cantik ^^

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, bahwa sampai di sini itu sangat ramai, di pintu masuknya saja sudah mengantri. Kami berdua berjalan berderet sesuai antrian. Pas masuk lokasi wisata kami langsung menuju lokasi Aquarium. Di pintu masuk ada beberapa fosil ikan dan binatang laut yang diawetkan. Kemudian kami berjalan menyusuri lorong menuju tempat ikan yang lainnya. Lorong demi lorong kami singgahi. Penuh sesak serasa berebut oksigen dengan pengujung lain karena sangat padat. Bahkan ketika kami masuk ke lorong aquarium yang menjadi favorti, sangat-sangatlah padat. Fine, tidak bisa mengambil foto yang bagus di sini. Melihat ikan raksasa yang sangat ikonik di sini juga tidak kesampaian, saking penuh sesaknya.

www.travelingku.net
Salah satu jenis ikan yang cukup besar, dan ada yang lebih besar lagi dari ini

www.travelingku.net
Kalau pengen sepi ps foto di sini, datang pagi banget, yes

www.travelingku.net
Ada yang tahu ini jenis ikan apa?

Dengan berjalan terus kami menelusuri lorong dan sampai di ujung. Seperti mendapatkan kebebasan yang hakiki, lega banget rasanya. Dan perjalanan kami teruskan ke kawasan unggas. Di sisi kanan kiri banyak tempat lapang yang dijadikan sebagai tempat istirahat atau makan oleh pengunjung. Yupz, sebagian orang datang dengan membawa bekal beserta tikarnya sekaligus. So, piknik beneran deh.

www.travelingku.net
Akhirnya, bisa keluar dari akuarium raksasa

Di kawasan ini juga terdapat homestay yang bisa kita pesan jika ingin menikmati malam di Pancuran Mas Purbasari. Biar apa? Biar ketika malam hari kita bisa bisa menyaksikan festival kentongan, dan pas pagi harinya bisa menikmati udara sejuk, diiringi dengan kicauan burung yang sangat merdu.

www.travelingku.net
Saya rehat sejenak dulu lah ya

Okay, kita lanjut ke jalan, ternyata tempat unggas di sini banyak sekali, sudah jauh kami berjalan, di samping kanan-kiri kami masih banyak berbagai jenis burung, termasuk burung Kakak Tua yang menjadi incaran pengunjung untuk berfoto bersama.

www.travelingku.net
Masih capek, lanjut rehat di halaman homestay

www.travelingku.net
Selain ikan di Purbasari Pancuran Mas juga terdapat beberapa binatang Unggas

www.travelingku.net
Ada jenis burung elang juga di sini

Di dalam wisata ini juga terdapat museum mobil tua alias lawas yang sudah bekas mejadi pajangan. Jadi, kayak semacam tempat pameran mobil tua gitu, hehehe. Kalau yang memiliki jiwa otomotif pastinya suka.

www.travelingku.net
Ada juga museum mobil, sepi karena jarang yang minat ke sini

Oh ya, tak lupa juga di sini juga ada beberapa aula yang bisa digunakan untuk acara seperti: pernikahan, perpisahan sekolah/kelulusan, lomba anak-anak PAUD/TK dan atau gathering lainnya. Ketika kami ke sini juga lagi full untuk acara perpisahan dari sekolah tingkat SLTP, kemudian ada juga buat lomba anak-anak TK. Bahkan, reuni sekolah adik saya juga di sini. Memang serba guna banget tempat di sini. Lokasinya luas.

Pas kami ke sini juga sedang dibangun Masjid Terapung (karena dibangun di atas kolam), Kolam Renang dan pembenahan lainnya. Mungkin saat ini sudah jadi. Kalau saya baru dengar, katanya kolam renangnya yang sudah jadi. Lain kali ke sana lagi ya, untuk menengok wahana lainnya. Karena petualangan saya di sini masih sangat-sangat kurang waktu dan leluasa karena pas membludagnya pengunjung.


Dan ini beberapa tips untuk berlibur di Pancuran Mas Purbasari, Purbayasa:
1. Usahakan datang pagi hari, jam tujuh pagi sebaiknya sudah sampai di lokasi agar tidak terlalu ramai.
2. Membawa bekal secukupnya, di dalam memang banyak penjual, tapi alangkah baiknya bawa sendiri, daripada ngantri makanan yang panjang di dalam.
3. Menggunakan pakaian yang simple agar mudah gerak, karena di dalam perjalanannya sangat panjang.
4. Menggunakan alas kaki yang nyaman untuk berjalan lama.
5. Kalau ada niat mau renang, pastikan membawa baju renang.
6. Jangan memberikan makanan apapun ke binatang yang ada di lokasi Purbasari, entah itu ikan, ayam/burung.
7. Membuang sampah pada tempat sampah yang sudah disediakan, jangan asal buang begitu saja.
8. Dan usahakan ketika ke sini bukan waktu libur panjang anak sekolah, libur lebaran dan atau hari libur nasional lainnya. Karena bakalan ramai banget.

Baca juga: Jailbreak Cafe, Tempat Makan dan Nongkrong yang Enak di Purwokerto

Okay, saya rasa sampai di sini dulu cerita tentang petualangan ke Pancuran Mas Purbasari, Purbayasa. Sampai jumpa di lain kesempatan dan lain cerita. Terima kasih.

Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas
Alamat: Purbayasa, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. 53372.
Telepon: 0281 – 6598555.
Share:

Sunday, 21 July 2019

Jailbreak Cafe, Tempat Makan dan Nongkrong yang Enak di Purwokerto

www.travelingku.net
Jailbreak Cafe, sudah pernah mendengarnya? Saya juga baru pertama kali berkunjung bersama teman-teman setelah main di The Village Purwokerto.

Seperti pada umumnya di cafe ini menyajikan beraneka menu makanan dan minuman. Namun yang unik dari sini ialah tempatnya. Bagai di ruang tahanan atau penjara. Ini bener-bener konsep yang unik dan berani. Bayangkan saja ya, kita makan seperti di penjara. Kan serem.

www.travelingku.net
Jailbreak Cafe Purwokerto


Menu makanan yang disajikan di sini itu sangat variatif dan banyak macamnya. Untuk rasa juga enak. Sehingga tak heran, di sini hampir tak pernah sepi pengunjung. Mau hujan, cerah, siang, sore atau malam. Ramai terus.

www.travlingku.net
Menu pesanan saya, Nasi Chicken Rendang dan minum Es Lemon Tea

Soal rasa memang saya tidak ambil pusing karena sudah pas. Yang menjadi perhatian saya ya tentu ruanganya. Ada bilik yang benar-benar mirip ruang tahanan. Ada gambar-gambar yang menyerukan seorang tahanan. Dan masih banyak lagi yang menghiasi dinding-dinding Jailbreak Cafe.


www.travelingku.net
Terdapat lukisan yang unik di setiap ruang

www.travelingku.net
Ruang makannya macam penjara

Konsep yang digunakan pada cafe ini benar-benar luar biasa. Lain dari pada yang lain. Enggak pernah kepikiran, kan? Mau bikin cafe tapi mirip penjara? Dan ini unik, sehingga tak heran tempat ini menjadi salah satu favorit tempat nongkrong anak-anak hits Purwokerto dan sekitarnya.

Baca juga: Ayam Geprek Bae, Hidangan Murah yang Menjadi Buruan

www.travelingku.net
Penjara makanan
www.travelingku.net
Keren kan lukisannya


Selain itu, Jailbreak Cafe terdapat dua lantai denang lokasi yang sangat luas. Jadi, bagi teman-teman yang ingin mengadakan gathering, ulang tahun, atau sekadar ngumpul bareng teman-teman sambil menikmati hidangan yang lezat, tentunya bisa memilih tempat ini sebagai tujuan terbaiknya. Ditambah dengan halaman parkir yang cukup luas, sehingga yang membawa kendaraan roda empat juga bisa masuk ke parkiran tanpa mengganggu jalan (tidak parkir di bahu jalan).

www.travelingku.net
Tempatnya juga luas, terdapat dua lantai pula

Gimana nih? Berani makan di Jailbreak Cafe? Coba deh bersama orang-orang terdekatmu dan rasakan kelezatan aneka makanan dengan nuansa yang lebih dari biasa. Bener-bener jail deh.

Alamat terletak di Jalan KH. Wahid Hasyim, Karang Klesem, Purwokerto Selatan, Jawa Tengah.
Pemesanan dan info lainnya bisa menghubungi nomor HP berikut ini: 0811 266 322. Instagram: @jailbreakcafe .

Share:

Thursday, 6 December 2018

5 Tempat Wisata Kece untuk Menikmati Libur Akhir Tahun


www.travelingku.net
Tahun baru sudah di depan mata. Yes, ini bulan Desember 2018.

Biasanya nih, kalau akhir tahun suka pada liburan gitu ya? Nah, sebaiknya mulai saat ini rencana liburan segera ditentukan. Biar apa? Ya tentu biar enggak kehabisan tiket, dong. Karena kalau booking tiket mendadak di hari-hari seperti ini, seringnya keapesan yang melanda kita.


Dari yang sudah habis, terus kalau pun ada tapi tidak sesuai dengan harapan. Atau bisa jadi ada kendala lainnya.

Ngomong-ngomong soal liburan di akhir tahun, di Indonesia ini banyak sekali tempat-tempat yang kece untuk didatangi pas pergantian malam tahun baru.

Kita sudah tahu, bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan yang membentang dari Sabang hingga ke Merauke. Kita juga tahu setiap pulau atau daerah memiliki khas yang unik dan menjadi daya tarik tersendiri.

Dan berikut merupakan tempat wisata yang asyik untuk menikmati libur akhir tahun.

1. Danau Toba

Sepertinya masih jarang yang merencanakan libur akhir tahun untuk berkunjung ke Danau Toba. Dengan begitu, tidak ada salahnya kita libur akhir tahun di Pulau Samosir sembari menikmati pemandangan yang alami dan udara yang masih sejuk.

2. Pulau Pagang dan Pasumpahan

Masih terdengar asing ya rasanya? Tahukan teman-teman, kalau pulau ini terletak di Padang, sumatera Barat tepatnya di pesisir selatan. Ini salah satu destinasi wisata yang bisa dikunjungi untuk menghabiskan libur akhir tahun. Pantai di sini masih sangat bersih lho. Cantik banget dan airnya juga masih bening.

3. Pulau Belitung

Aduh siapa yang tidak suka kalau jalan-jalan ke sini. Dari namanya saja sudah memikiat hati, apalagi tempat wisatanya. Di sini juga menyuguhkan hamparan laut yang sangat memanjakan mata. air yang masih jernih dan belum tercemar, sehingga kita menikmati panorama yang asri.

Selain itu di sini juga terdapat pantai-pantai yang menawan seperti Pantai Leebong, Pantai Tanjung Tinggi, Pantai Tanjung Kelayang, Pantai Kepayang, dan lainnya.


Ditambah lagi kita juga bisa snorkeling untuk menjelajahi bawah laut yang sangat indah.

Sumber: www.blibli.com

4. Floating Market Lembang

Destinasi wisata yang ada di Bandung ini memang banyak yang memburunya. Selain tempat yang dekat (khususnya dari Jakarta), di Lembang, Bandung ini menjadi primadona tersendiri untuk berwisata.

Tempat ini memang menarik karena banyak spot foto yang instagramable dan ciamik. Belum lagi banyak sekali wisata kuliner di sini. Dan uniknya kulineran di sini bisa dicicipi di pinggiran danau. Karena berjualannya juga berada di perahu yang mengapung.

Floating Market Lembang ini juga sangat cocok untuk liburan keluarga. Jadi, jangan sampai terlewatkan untuk libur akhir tahun main ke Bandung.

5. Malang

Dari Bandung mari kita terus ke timur menuju Malang. Sebenarnya di sini banyak sekali tempat wisata yang bisa dikunjungi. Namun, sepertinya akan sangat cocok ketika menghabiskan libur di akhir tahun untuk mengunjungi Gunung Bromo. Jadi liburan akan terasa sangat seru bersama teman atau pasangan.

Nah, itulah lima tempat wisata yang bisa kita kunjungi untuk menghabiskan libur di akhir tahun. Kadang kita suka galau kan mau ke mana? Lebih baik rencanakan dari sekarang sebelum kehabisan. Untuk mendapatkan tiketya sekarang juga mudah karena ada Promo Tahun Baru Online 2019. Kita bisa memesannya mulai dari sekarang sebelum kehabisan.

Kalau teman-teman, ada rencana ke mana nih di akhir tahun ini?

Ayo, jadikan akhir tahun ini berkesan.
Share:

Saturday, 10 November 2018

Chicken Popop, Jajanan Masa Kini yang Enak dan Wajib Kamu Nikmati

www.travelingku.net
Apa itu Chicken Popop?
Kenalan dulu yuk. Merupakan salah satu produk makanan yang berbahan baku ayam. Ditambah varian rasa yang banyak sehingga mampu menarik peminat yang beli atau bahkan yang akan berjualan Chicken tersebut. Karena memang Chicken Popop ini salah satu Waralaba Franchise ayam goreng dengan modal yang sangat terjangkau. Sehingga mampu membuka peluang bisnis yang sangat menguntungkan.

Hal itu juga terjadi karena hampir semua orang yang ada di Indonesia menyukai daging ayam. Dengan begitu cukup mudah untuk memasarkan olahan ayam yang tentunya dengan rasa enak, higienis dan menarik. 



Konsumen yang membeli juga bukan cuma orang dewasa saja, melainkan bisa dikonsumsi anak-anak. Target marketing yang cukp bagus sebenarnya yang dibuka Chicken Popop ini. Tak heran, sekarang outlet-outletya telah menyebar di beberapa kota yang terkenal seperti Yogyakarta, Cilacap dan Kabupaten Banyumas.

www.travelingku.net
Chicken Popop Purbalingga


Chicken Popop Hadir di Purbalingga.
Untuk yang tinggal di Purbalingga saat ini jangan khawatir enggak bisa menikmati sensasi gurih dan beraneka rasa dari Chicken Popop. Karena sekarang outletnya telah ada di Purbalingga. Chicken Popop Purbalingga ini dimotori oleh sepasang suami istri yang mulai getol dalam menjalankan wirausaha. Dari mulai jualan Frozen Food sampai berani untuk membeli Waralaba Chicken Popop. Dan kini, outletnya pun sudah bertengger.

www.travelingku.net
Outlet Chicken Popop saat Festival Bakul Online Purbalingga



Kala itu saya sedang jalan-jalan untuk mengunjungi Festival Bakul Online Purbalingga yang digelar di GOR Goentoer Darjono, dan kebetulan saya menemukan outlet Chicken Popop juga. Tak ambil pusing, tentu saya ikut mengantrinya. Saya coba rasa barbeque yang mana jadi buruan para pembeli, rata-rata pesannya rasa barbeque.

www.travelingku.net
Pilihan rasanya banyak, Guys

Untuk varian bumbu tabur itu terdiri dari rasa Barbeque, Cabai Pedas, Rumput Laut, Saping Panggang, Balado dan Keju. Sedangkan yang pakai pakai saus ada pilihan rasa Saus Keju, Saus Barbeque dan Saus Blackpaper.

www.travelingku.net
Okay, kita lumuri tepung dulu ya, ayamnya
www.travelingku.net
Sibuk terus deh mereka

Proses penggorengannya ini juga kita bisa lihat, jadi kita tahu kalau Chicken Popop ini bener-bener fresh baru digoreng. Bahkan ketika saya datang, penjualnya juga melumuri bumbu ayam di tempat itu. Jadi kita bisa langsung lihat juga, bumbu dan atau tepung apa yang dipakai. Kalau dilihat secara sekilas buatnya memang mudah ya. Pertama ayam dilumuri tepung yang sudah diberi air dan berbumbu. Kemudian digulirkan pada tepung kering, selanjutnya digoreng.


www.travelingku.net
Akhirnya dapat juga saya

Saat menggorengnya juga tidak terlalu lama karena api kompor menyala dengan kencang. Hehehe, setelah daging ayam berwarna kecokelatan, itu tandanya sudah matang. Ayam goreng itu pun segera ditiriskan. Dikemas ke dalam wadah kertas dan ditaburi bumbu sesuai dengan permintaan pembelinya. Atau bisa ditambah dengan saus. Kan sedap gitu, ngemilnya enak, sehat dan terjamin rasanya. Dan yang paling mengasyikan, bisa dinikmatin oleh anak-anak atau orang dewasa.


www.travelingku.net
Mari kita menikmatinya

Harga Chicken Popop ini juga tergolong murah. Mulai dari Rp 10.000 kita bisa menikmati jajanan yang enak dan kekinian masa kini. Di Purbalingga Outlet Chicken Popop terletak di depan Toko Selera, atau sederet dengan Masjid Agung Darussalam Purbalingga.


Jadi cocok banget nih, jalan-jalan ke kota Purbalingga menikmati ayam goreng kekinian dengan harga yang sangat bersahabat. Ayo, dolan Purbalingga dan nikmati Chicken Popop.
Share:

Sunday, 21 October 2018

The Village Purwokerto, Tempat Wisata Unik dan Instagramable

www.travelingku.net
Purwokerto, salah satu kota yang terkenal di Jawa Tengah, menyimpan banyak kenangan dan sekaligus kebahagiaan. Bahkan banyak orang yang latah menamai daerah di sekitar Purwokerto merupakan daerah Purwokerto. Salah satunya ialah The Village Purwokerto. Memang lokasi wisata tersebut tidaklah jauh dari Kota Purwokerto, dan alamat aslinya terletak di Jalan Raya Baturraden KM 07, Rempoah, Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Namun, untuk memudahkan para pengunjung termasuk saya juga yang latah, memang lebih enak mengatakan itu sebagai The Village Puwokerto.

www.travelingku.net
Tampak luar bangunan The Village Purwokerto

The Village ini merupakan salah satu wisata baru yang langsung hits dan menarik perhatian pengunjung. Dengan konsep bangunan ala-ala Eropa serta di dalamnya terdapat wisata edukasi kesenian, hal itu menjadikannya sangat menakjubkan. Saya pun pas datang ke sini langsung takjub dan terheran-heran. Walau pada saat itu saya datang di cuaca yang tidak begitu cerah, iya, setelah hujan rintik-rintik mengguyur bumi Purwokerto dan sekitarnya.


Sebenarnya saya datang ke sini juga sudah lama nih, tapi baru sempat saya tuliskan di blog ini pada hari ini. Hihihi, maaf, sok sibuk. Waktu itu saya datang dalam acara GenPI (Generasi Pesona Indonesia) Banyumasan yang terdiri dari Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara dan Cilacap. Saya sendiri mewakili teman-teman dari Purbalingga.

www.travelingku.net
kay, dari Kiri ke Kanan : Eka, Rois, Rizki, Mba Olipe, Mba Idah, Me (Ery)

www.travelingku.net
The Village Purwokerto

Acara jalan-jalan ini sangat menarik karena The Village memiliki luas sekitar 2,8 hektar. Yang mana kita bisa berjalan-jalan untuk menikmati keindahan di setiap sudutnya. Ada danau buatan yang ada kapalnya juga. Dan kita bisa naik juga di situ. Terus ada beberapa binatang yang dipelihara, tempat-tempat yang unik atau game unik. Serta Food Court dengan ruangan yang sangat menjanjikan.

Baca juga : Menikmati Lezatnya Nasi Padang di Rumah Makan Sako Bundo 

www.travelingku.net
Suka sama area permainan ini. Area di sini ada kelincinya, tapi ini lagi gak mau keluar nih kelincinya. Mungkin malu sama saya. hahaha

Baca juga : Ayam Geprek Bae, Hidangan Murah yang Menjadi Buruan

Dengan segala bentuk keindahan tersebut, tak heran kalau setiap harinya pengunjung terus berjubel untuk menikmatinya. Selain itu, ada juga hamparan taman yang cukup luas sehingga menambah daya tarik sendiri bagi wisatawan. Dan hal yang saya sukai dari tempat wisata ini ada banyak spot-spot foto yang instagramable. Baik dari jembatan, taman bunga, rumah kaca dan lainnya.

www.travelingku.net
Taman bunga yang cantik

Tempat wisata ini juga sangat cocok untuk liburan bersama pasangan, sama pacar, teman, atau bahkan sama keluarga. Tempatnya nyaman dan enak, menjadikan orang yang berkunjung ke sini juga semakin betah. Ditambah lagi, harga tiket hanya dibandrol Rp 18.000 per orang.


Untuk rute menuju The Village, saya pahamnya mulai dari Purwokerto-nya nih, dari arah Purwokerto menuju arah Pabuwaran, kemudian lurus terus ke utara melewati Perumahan Raflesia. Nah dari situ masih lurus ke utara sedikit, kemudian di kanan jalan ada tempat parkir yang luas dengan view gedung-gedung tinggi nan unik. Di situlah lokasi The Village Purwokerto.

Jadi, yuk kita main ke The Village

Photo from : Eka Can (IG @masekacan) dan Rizki Ramadan (IG @rizkichuk)
Share:

Sunday, 14 October 2018

Menikmati Keindahan Pantai Lampon Bak Pulau Pribadi

www.travelingku.net
Pantai merupakan tempat yang sangat saya sukai. Jadi sebisa mungkin itu kalau weekend penginnya ke pantai terus. Namun harapan tetap menjadi harapan, karena pada kenyataannya, kalau weekend juga ada acara atau beberapa hal yang harus dituntaskan. Jadi ya, ke pantai sesempatnya saja.

Akhir-akhir ini saya sangat menyukai pantai-pantai di Kebumen yang sangat eksotis. Meskipun hanya beberapa pantai saja yang saya singgahi. Pantai yang gagal saya singgahi ialah Pantai Wedi Putih dan Pantai Karang Agung. Bukan apa-apa, tapi menuju ke pantai tersebut kita harus ekstra hati-hati. Menuju pantai itu kita harus jalan kaki menuruni bukit. Jalan setapak yang sepi, kanan-kiri hutan menjadikan kami takut. Padahal sudah sampai tengah perjalanan menuruni bukit, tapi kami urungkan. Selain itu, mengingat waktu kami datang juga sudah sore, jadi ya, lebih baik pulang saja.

Baca juga : Asyiknya Bermain Ombak di Pantai Suwuk

Berbicara tentang pantai di Kebumen yang harus menyusuri perbukitan memang banyak ya. Bahkan ada yang sudah terkenal yakni Pantai Menganti. Saat sekarang Pantai Menganti aksesnya jauh lebih mudah dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Sekarang sudah enak.


Tapi ini bukan mau cerita tentang Pantai Menganti, melainkan pantai yang masih jauh ke atas sana. Pantai yang dijadikan sebagai penangkapan ikan oleh Nelayan. Bahkan di sini ada tempat penjualan ikan segar. Tapi saya lagi, pas saya datang ke sini, sudah siang, jadi ikan sudah habis lah.

www.travelingku.net
Pas banget datang ke sini saat cuaca cerah. Ini saya lagi di depan pelabuhan atau dermaga kecil khusus untuk kapal-kapal Nelayan di Pantai Lampon

Pantai ini bernama Pantai Lampon. Pantai yang terletak di atas perbukitan. Untuk datang ke sana juga perlu perjalanan yang kudu ekstra hati-hati. Dimulai dari Kecamatan Ayah, Kebumen, yang banyak pantai-pantainya, kami terus menyusuri jalan ke timur. Jalan yang meliuk-liuk sangat membutuhkan konsentrasi dalam berkendara agar tidak terjadi hal-hal buruk. Sepanjang jalan raya-nya, kanan kiri ialah pephonan. Rumah-rumah masih jarang. Ya ada banyak juga rumah, namun tidak sepanjang jalan itu. Jadi, sesudah perbukitan itu ada rumahh-rumah warga, terus perbukitan lagi, begitu terus sepanjang jalan.

Di perjalanan yang sudah sudah mendekatinya, terlihat air laut itu ada di atas jalan. Sangat terlihat jelas ombak saling berkejaran. Sungguh menawan. Masih di jalan sudah disungguhkan dengan pemandangan yang rupawan. Tak berapa lama kemudian kami sampai juga gerbang di Pantai Lampon. Banyak kapal-kapal Nelayan yang ada di situ. Terus kami memarkirkan sepeda motornya. Tiba-tiba ada seorang bapak menghampiri kami. “Mas, mau ke wisatanya ya?” tanya bapak itu ke suami saya.
“Iya, Pak, apa benar ini Pantai Lampon?” balas suami saya.
“Iya, benar, tetapi ini dermaga saja, Mas, untuk Nelayan yang menangkap ikan. Kalau mau ke wisatanya ke atas lagi,” jelasnya.
“Oh, ya, Pak terima kasih,” jawab kami kompak.Terus kami melongo lagi gitu kan, ternyata harus ke atas lagi. Okay, kami melaju dengan kendaraan lagi. Dan.. jeng jeng.. jalannya ampun dah. Jalan masih sempit dan sebagian rusak. Sudah begitu sangat menanjak. Melalui jalan ini asli ngeri-ngeri sedap mah.

www.erycorners.com
Cantik banget kan view Dermaga dari atas

Dalam perjalanan kami memiliki kesempatan untuk melihat dermaga dari atas. Ternyata bagus banget. Banyak kapal-kapal kecil yang berjejer rapi di bawah sana.

Okay, setelah lima menit kami sampai juga di pintu gerbang Pantai Lampon yang sesungguhnya. Pintu masuknya cukup dibuat unik, karena ada taman bunga kecil. Kemudian di dekatnya ada loket untuk masuk ke pantai. Kami membayar Rp 20.000 untuk dua orang, sudah termasuk parkir dan spot foto selfie di lokasi pantai. Spot photo selfie? Saya sendiri tidak tahu apa maksudnya nih. Tapi ya sudahlah. Kami langsung menuju ke parkiran.


www.erycorners.com
Entah gaya apa ini :D
Sudah ke parkiran saya tengok kanan kiri, mana pantainya? Kemudian ada seorang laki-laki yang merupakan bertugas di situ menghampiri kami. Dia memberitahukan kepada kami, untuk ke pantai harus menuruni bukit terlebih dahulu. Saya meringis saja. Dan saya tahu suami saya itu enggan sekali kalau harus jalan kaki menyusuri perbukitan.

Tentang spot photo selfie saya jadi mudeng sekarang. Karena di sini di atas bukit, jadi ada spot-spot untuk foto dengan latar belakang lautan. Cukup menarik memang dan di sini juga banyak orang. Saya juga tidak banyak foto-foto di sini. Terlebih lagi saya juga kurang suka kalau ke pantai cuma foto-foto saja dari atas, terus tidak ‘nyicipin’ air lautnya. Ya kurang afdol lah kalau menurut saya.

www.travelingku.net
Okay, kita turun bukit

So, kami jalan lagi menuruni bukit dengan jalan setapak terjal. Kaki cukup pegal-pegal juga. Beberapa kali kami berhenti untuk mengatur napas dan mengumpulkan sisa-sisa tenaga. Untung saja tidak terlalu jauh.

Asyik, pantainya masih bersih dan sepi. Terus di batu karang itu ada air terjun kecil. Dan lagi-lagi saya gagal melompat, kalau ini bukan takut ambles karena berat badan. Tapi karena memang sulit untuk melompat karena berat badan. Hahahaha.

Gaya over berat badan, hahaha

Di Pantai Lampon ini yang turun ke bawah ternyata hanya kami, pengunjung lain hanya menikmati foto-foto di atas. Sehingga kami merasakan berada di Pulau Pribadi. Ya gimana enggak disebut mirip pulau pribadi, di sini kami cuma berdua, yang ketiganya air laut, yang keempatnya batu karang dan lainnya ada pepohonan.Di batu karang yang kecil ada aliran air tawar dari atas bukit. Jadi kayak ada semacam air terjun mini yang kemudian bergabung ke air laut. Dan kami di sini tentu saja cekakak-cekikik, berjalan dari utara ke selatan, timur ke barat, dengan bebas. Ya karena cuma berdua. Jadi merasa nyaman aja. Mau foto di mana aja boleh, mau lama-lama ngobrol juga boleh. Enggak ada yang mengantri. Main air sampai puas juga bolehlah.

www.travelingku.net
Pengennya sih maju mundur cantik

Setelah itu dilanjutkan dengan main ayunan. For your information ya Guys, kalau di sini ada ayunan juga. Jadi kalau sudah bosen main air bisa sambal istirahat atau makan dengan bermain ayunan. Enak banget ras

Terus, di Pantai Lampon ini juga masih bersih. Airnya masih bening dan pantainya belum ada sampah berserakan. Paling-paling cuma ranting pohon dan daun yang pada gugur aja. Jadi kalau ke sini, kita juga mesti jaga kebersihannya. Bawa sampah kita juga ya. Baik itu botol air mineral, bungkus camilan atau lainnya. Masukan ke tas kita. Nanti di atas ada tempat sampah, kita bisa membuangnya di situ.

www.travelingku.net
Hore, bisa ayunan di pinggir pantai

Berhubung waktu sudah menunjukan jam 4 sore, kami pun memutuskan untuk pulang. Kami sebenarnya ingin menikmati senja di sini, tetapi mengingat perjalanan jauh dan cukup terjal, kami juga tidak berani mengambil resiko yang terlalu tinggi. Akhirnya kami putuskan menyudahi bermain di Pantai Lampon.

Untuk kembali ke parkiran, kalian pasti tahu kan bagaimana rasanya. Pas turun aja tadi kaki pegal-pegal, apalagi ini yang menanjak. Huah… asli ini mah luar biasa. Beberapa meter jalan terus berhenti, begitu seterusnya sampai ke tempat parkir.

Jadi, buat teman-teman yang mau berkunjung ke Pantai Lampon, jangan lupa untuk menyiapkan kesehatan fisiknya ya. Latihan dulu lah jalan yang agak panjang biar enggak kaget. Terus bawa air mineral secukupnya.

Okay, terima kasih.

PANTAI LAMPON
Hutan Pasir, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen
Jawa Tengah 54473
Share:

Tuesday, 25 September 2018

My 2018 Best Moment : Antara Jogja dan Solo yang Penuh Kenangan

www.travelingku.net
Best Moment yang kami miliki di tahun 2018 masih sama dengan tahun 2017, yakni liburan bersama pasangan. Harap maklum, kami masih dalam kategori pengantin baru, jadi ya, ngalor, ngidul, ngetan, ngulon, enak kalau berdua sama pasangan. Di tahun 2018 ini ceritanya memperingati anniversary ke 1 usia pernikahan. Alhamdulillah, umur pernikahan kami sudah menginjak satu tahun. Mohon doanya juga ya, semoga kami cepat diberi buah hati, dan usia pernikahan kami langgeng, pokoknya kata orang itu sehidup sesurga. Meskipun menuju surga, kami belum punya sangu apa-apa (khsusunya gue).

Okay, balik lagi ke topik tengan best moment di tahun 2018. Rencananya kami mau memperingati hari pernikahan itu tepat di bulan Juli di mana kami menikah, tetapi, amit-amit banget dah, bulan Juli 2018, tanggal merahnya cuma hari Minggu. Lah kan kami sama-sama orang yang sok sibuk di kantor (catet, ini lagi pamer) yang mana mau libur itu harus menyusun jadwal dan agendanya secara rapi (sibuknya udah mirip menteri saja). Sehingga bulan Juli kami skip untuk tidak liburan, ditambah lagi jadwal kondangan itu padat merayap. Liburan untuk honeymoon part ke sekian kalinya kami tunda di bulan Agustus 2018.

www.travelingku.net
Dari abis lebaran memang ya, jadwal kondangan itu luar biasa. Eh, btw, bulumataku yang cetar membahana anti badai, anti tsunami itu kelihatan, enggak? :D

Pas banget tanggal 17 Agustus 2018, merupakan hari kemerdekaan kita, tentu tanggal merah, kami libur. Tidak perlu pikir panjang kita mau liburan ke mana, langsung booking hotel via online. Pagi pukul 09.00 WIB kami berangkat dari sebuah desa kecil di Kabupaten Purbalingga. Kami berboncengan mengendarai sepeda motor (kan gokil ke Jogja naik motor berdua). Pagi itu juga kami tidak langsung ke arah Jogja, melainkan kami harus mampir ke Bobotsari dulu untuk kondangan, terus kami menuju arah Purbalingga kota untuk kondangan (lagi). Okay dah, jam 11 siang pun kami masih di daerah Kalimanah, Purbalingga. Istirahat sejenak sambil ngefull-in bensin.

Selanjutnya kami meluncur dengan kecepatan tinggi. Pukul 11.30 kami pun sudah sampai di daerah Tambak, Banyumas. Kami melipir ke masjid, untuk istirahat dan suami Salat Jumat. Jam satu siang kami kembali bergegas melewati perjalanan yang cukup ramai. Perjalanan kami melewati jalur kota, karena kami punya tujuan, yakni mampir ke Purworejo untuk menikmati Dawet Ireng di timur Jembatan Butuh. Namun pas ke situ, sudah habis, duh, kecewa. Langsung kami meluncur lagi. Berhubung haus dan lapar, kami berhenti di salah satu warung dawet ireng yang masih tersedia. Meski rasanya enggak seenak yang di timur Jembatan Butuh, setidaknya cukup melepas dahaga juga.

www.travelingku.net
Salah satu menu wajib ketika kami singgah di Purworejo. Yang paling enak itu yang di Timur Jembatan Butuh


Dari Purworejo kami menuju arah Bantul, Yogyakarta, ini biar lebih mudah ke hotel yang kami pesan, di daerah Jalan Parangtritis. Selain itu juga biar tidak macet. Alhamdulillah, pukul 15.30 kami sampai di Jogja dan langsung check in hotel untuk istirahat. Goleran di kasur empuk, ada TV LCD Flat, ada camilan, kamar mandi dalam, bisa mandi air hangat, sudah begitu di samping pasangan halal. Kan jadi males ke mana-mana. Hihihihi. Enggak tahu kenapa sudah sampai Jogja malah malas jalan-jalan, yang ada menikmati kamar.
www.travelingku.net
Suasana malam di Alun-alun Kidul Jogjakarta


www.travelingku.net
Suasana malam Alun - Alun Kidul Jogyakarta. Duh, fotonya enggak jelas, abis bukan pakai HP Huawei Nova 3i sih

Sekitar jam delapan malam, saya mulai kelaparan. Di tas saya sih ada makanan, yakni mie cup instan oleh-oleh kondangan. Tapi masa ya makan mie lagi mie lagi. Jadi kami keluar deh, itung-itung menikmati Jogja di malam hari. Kami menyusuri jalan malam di Jogja, muter-muter naik sepeda motor, kan romantis. Terus berhenti di Alun-Alun Kidul yang padat merayap, jalannya super macet. Masuk ke sini sebenarnya pengen sama kayak orang-orang, mata ditutup pakai kain terus melewati dua pohon beringin. Tapi kata suami, "Buat apa sih, enggak penting," hiks, menyebalkan. Dan berhubung kami lapar, akhirnya kami menepi ke para penjual makanan. Ramai semua, padahal perut udah berdiskoan harus segera diisi.


www.travelingku.net
Nasi goreng kambing, asli rasanya mantap, gurih dan nikmat

Setelah memilah dan memilih, kami mampir di warung lesehan sebelah timur Alun - Alun Kidul. Saya memesan nasi goreng kambing, dan suami pesan nasi dengan puyuh bakar. Untuk minum, cukuplah air mineral saja (hemat :D). Menunggu makanan di sini harus punya stock sabar yang sangat panjang, karena yang mengantri luar biasa. Pas giliran makanan datang, kami cekrek-cekrek pakai HP dong. Setelah itu baru dinikmati. Rasanya memang enak. Nasi gorengnya pas, daging kambingnya empuk dan enggak bau embek. Sedangkan puyuh bakarnya bumbunya meresap dengan sempurna.

www.travelingku.net
Kalau ini Nasi dan Puyuh Bakar pesenan suami. Daging burung puyuh ternyata empuk juga

Malam masih belum larut, tapi kami kembali lagi ke hotel untuk istirahat, karena esok kami akan melanjutkan perjalanan lainnya.

Sabtu pagi, jam delapan, kami sedikit cek-cok tentang tujuan destinasi mana saja yang harus kita kunjungi. Setelah debat yang menghasilkan ketawa cekikikan, kami memutuskan untuk mengunjungi Tifosi Fustal, yang mana teman-teman suami lagi pada tanding di situ. Kan absurd banget, mau liburan malah nonton fustal dulu. Untungya di situ cuma beberapa menit, terus kami lanjutkan perjalanan. Sambil ngobrol kami menentukan tujuan wisata ke Candi Prambanan. Eh, sudah di daerah Prambanan, suami tiba-tiba bilang, "Kita ke Solo aja ya, Prambanan kan sudah sering," yo wislah lanjut ke Solo. Di tengah perjalanan kami kelaparan karena memang cuma sarapan sedikit dari yang sudah disiapin di hotel. Dan menu andalan kami di jalan tentu nasi padang. Kami makan dengan lahap dan cepet-cepet. Selesai makan cabut ke Solo.

www.travelingku.net
Sampai juga di Alun-alun Lor Solo

Sampai Solo itu di tengah hari. Cuaca panas dan macet. Terlebih di sini banyak event di jalanan seperti pawai budaya. Muter-muter akhirnya sampai di Alun - Alun Solo, cuma ngadem di bawah pohon beringin dan beli air mineral. Selepas itu, lanjut ke Keraton Surakarta Hadiningrat. Tiba di daerah keraton, ada tukang becak menghampiri kami, menawarkan keliling keraton naik becak dengan tarif Rp 50.000 per becak. Tanpa pikir panjang kami mengiyakan.

www.travelingku.net
Denah Lokasi Keraton dalam bentuk miniatur. Sekali lagi ini enggak pakai Huawei Nova 3i jadi hasilnya burem, hiksss

www.travelingku.net
Suasana di dalam Keraton Solo

Rute pertama kami ke keraton, foto sana sini, peninggalan-peninggalan sejarah dari Kerajaan Mataram. Banyak sekali benda-benda yang menarik di sini, dan pengunjung dilarang menyentuhnya. Ya, karena benda-benda yang ada di dalam keraton itu kan sudah tua dan berumur ratusan tahun, takutnya kalau disentuh, malah makin lapuk dan rusak.


www.travelingku.net
Entah lagi gaya model apa. Sebenarnya pengen foto yang ala-ala gitu

www.travelingku.net
Sudah tahu, kan, ini namanya Lesung
www.travelingku.net
Roda kereta sama dirikuh masih tinggian roda keretanya

Puas di keraton, kami melanjutkan perjalanan dengan becak. Mengililingi keraton yang katanya luasnya sampai 52 hektar. Terus kami juga diantar ke kampung Batik, Kauman, Solo. Harganya murah meriah, beli baju batik cuma seharga Rp 35.000. Tapi sayang, kami enggak bisa foto-foto di sini. Karena HP saya lowbat, HP suami eror. Ya maklum juga lah ya, karena bukan pakai HP Huawei Nova 3i. Dan terakhir kami menikmati es cendol di halaman keraton. Selepas itu kami kembali ke Jogja. Untuk istirahat.

www.travelingku.net
Cakep banget
www.travelingku.net
Miniatur masjid
www.travelingku.net
Unik banget, suka ngelihatnya


Moment-moment
tersebut merupakan moment paling indah di hidup kami. Banyak canda, tawa, dan tentunya debat yang menjadi bumbu, namun kami bisa bahagia. Dan sebenarnya juga, My 2018 Best Moment kami juga bukan cuma itu, karena dari Solo, kami lanjut ke Tebing Breksi untuk menikmati sunset. Tapi, sayang, enggak terabadikan. Lagi-lagi, HP sudah tidak kuat. HP saya sampai lowbat, sedangkan HP suami panas karena on terus. Nge-lag gitu. Kan sebel jadinya.

Menuju kembali ke hotel kami juga ada drama, turun dari Tebing Breksi, kami harus mencari pom bensin terlebih dahulu karena bensin habis. Kami melewati jalan kecil untuk menuju pom bensin. Alhamdulillah masih sampai ke pom, tidak jadi nuntun sepeda motor. Coba bayangkan kalau motor sampai mogok, duh parah bener. Sampai di hotel sekitar jam sembilan, langsung istirahat, persiapan untuk esok harinya meski cuma ke Malioboro.


www.travelingku.net
iatnya sih kami ingin menikmati Sunday Morning di Malioboro, tapi apa daya, jam 10 baru nongol di 0 KM Yogyakarta. Hehehe

Kalau begini saya jadi pengen punya HP baru. Menyoal HP atau smartphone, di tahun 2018 memimpikan punya smartphone yang jelas designnya keren, kameranya sudah diperkuat dengan teknologi AI, storagenya juga harus besar, setidaknya 128 GB,  biar bisa menampung semua momen berharga bersama suami untuk dikenang. Terus kalau lagi buat ngegame juga enggak perlu takut HP cepet panas atau blank. Dengan spesifikasi yang seperti itu, saya jadi ingin punya HP Huawei Nova 3i yang sangat keren. Selain itu, ada beberapa hal kenapa saya suka dengan smartphone tersebut, seperti hal-hal berikut ini :

Pertama, Huawei Nova 3i memiliki design yang keren
www.travelingku.net

Design HP ini memang luar biasa, apalagi ada dua varian yakni warna hitam dan iris purple. Dengan layar 6,3 inch FHD+ (2340 x 1080). Meskipun layarnya tergolong gede, tapi tenang aja, masih muat di saku kok. Terus yang bikin saya ngebet banget buat punya Nova 3i ini, bodynya slim, warnanya okay. Pokoknya elegan banget dah.

Kedua, Kamera sudah dilengkapi dengan teknologi AI
Siapa sih yang enggak pengin hasil jepretannya kece, terus bokeh pula? Saya salah satunya. Ingin begitu, pengin banget hasil fotonya itu bagus dan bisa bokeh, meski cuma pakai kamera HP. Nah, Huawei Nova 3i ini, kameranya juga dilengkapi dengan teknologi AI, jadi hasil foto bakalan bagus banget. Hasilnya jernih, cling gitu.

Dengan HP ini, kita bisa mengabadikan momen terbaik kapan saja dan di mana saja. Karena dilengkapi dengan kamera belakang 16 MP + 2, sedangkan kamera depan 24 MP + 2. Ayok makin eksis dengan Huawei Nova 3i.

Ketiga, Dilengkapi dengan RAM 4 GB dan Storage 128
www.travelingku.net

Ini sangat menarik, pasalnya HP mid-end masa kini belum ada yang kapasitas penyimpanannya sebesar ini. Saya jadi berandai-andai gitu, kalau saya punya HP Huawei Nova 3i, pasti saya punya koleksi foto dan video yang bagus-bagus dengan jumlah yang banyak. Saya tidak perlu memindahkan foto atau pun video ke notebook.

Keempat, Diperkuat GPU Turbo untuk support gamming
www.travelingku.net

Yes, HP ini memang benar-benar komplit, selain sudah menggunakan OS Android 8 (Oreo), ternyata diperkuat dengan Graphic Processing Unit (GPU) Turbo yang sangat support untuk gamming yaitu GPU Mali-G51 MP4. Sehingga mampu menampilkan gambar atau video dengan resolusi tinggi. Selain itu, kalau pas lagi nge-game, kita tidak perlu khawatir bakalan nge-lag atau ngadat. Yang jelas lancar jaya terus gamming dengan HP.

Kelima, Dibekali Sensor Sidik Jari
www.travelingku.net

Ini saya sangat suka, kalau HP ketinggalan, orang lain tidak bisa membuka karena hanya bisa dibuka dengan sidik jari kita. Sehingga privasi kita terjaga meskipun HP kita sedang dipegang oleh orang lain. Canggih banget, kan? Saya jadi semakin ingin memiliki Huawei Nova 3i. Smartphone tercanggih dengan technologi mid-end masa kini.

Okay, itu merupakan lima alasan mengapa saya ingin memiliki Huawei Nova 3i untuk mengabadikan setiap momen penting dalam hidup kami. Karena kalau menggunakan kamera HP itu, praktis simple dan enggak perlu ribet. Di mana dan kapan saja, bisa bebas foto-foto sesuka hati, apalagi kalau lagi sama pasangan. Bisa tiap menit untuk foto-foto.

Demikian cerita tentang My 2018 Best Moment : Antara Jogja dan Solo yang Penuh Kenangan. Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway blognya Jiwo. Terima kasih.
Share:
Scroll To Top